Rabu, 03 Desember 2014

Charlie, Si Jenius Dungu





Assalamu’alaikum, hay guys, how's life. oke kali ini aku akan membahas sebuah novel yang baru-baru ini aku baca. Judulnya “ Charlie, Si Jenius Dungu”. Novel ini adalah novel terjemahan dari judul aslinya “Flower For Algernon” yang ditulis oleh Daniel Keyes, seorang pengarang novel berkebangsaan Amerika. 

Penulis               :       Daniel Keyes
Penerjemah     :       Isma B. Koesalamwardi
Penyunting      :       Dewi Sartika Teguh Wati
Judul asli           :       Flower For Algernon
Judul                  :       Charlie Si Jenius Dungu
Penerbit            :       Ufuk Press
Tahun terbit      :       2006
Halaman          :       344
Bahasa              :       Indonesia

Novel ini menceritakan seorang laki-laki dengan keterbelakangan mental yang mempunyai  IQ 68 bernama Charlie Gordon. Charlie yang bekerja membantu di sebuah toko roti. Karena keinginannya menjadi pandai, Professor Nemur dan Dr. strauss memanfaatkannya sebagai obyek uji coba dalam penelitiannya. Sebelumnya, mereka telah menemukan satu metode yang mampu meningkatkan kecerdasan, metode ini telah berkali-kali diujicobakan pada tikus dan terus menerus dikembangkan. Dan tikus terakhir yang berhasil bertahan lama adalah seekor tikus putih bernama Algernon, inilah yang mendorong mereka untuk menguji cobakan kepada manusia.. Charlie-pun menjalani operasi untuk uji coba peningkatan kecerdasan pada manusia, dan penigkatan itu ditulisnya dalam catatan hariannya.
            Dan 3 bulan kemudian Charlie mewujud menjadi orang yang jenius. Tidak secara tiba-tiba, namun melalui suatu proses belajar yang cepat. Ia belajar banyak hal yang pada akhirnya melampaui kemampuan orang-orang normal. Namun, seiring dengan kemajuan kecerdasannya, malah membuat Charlie mulai memahami keadaan sekitarnya yang tidak sesuai dengan harapannya. Dia juga harus menghadapi kenyataan bahwa kejeniusannya membuat orang-orang yang dulu hangat dan menerima dirinya apa adanya sekarang malah menjauh. Menjadi pandai ternyata tidak seindah seperti yang ia bayangkan dulu.
            Anti klimaks dari novel ini diawali dengan kemunduran kondisi Algernon. Dengan kejeniusannya, Charlie dapat menemukan kesalahan dalam metode yang dipakai oleh Prof. Nemur yang menyebabkan kemunduran kondisi Algernon. Saat Algernon akhirnya mati, Charlie menguburkannya di halaman apartemen. Secara rutin ia menempatkan bunga di kuburan Algernon. Dan Charlie pun harus bersiap menghadapi masa depannya.
Salah satu hal menarik dari novel ini adalah gaya penceritaan tokoh Charlie yang menceritakan dari sudut pandang orang pertama, novel ini dibuat dalam bentuk catatan harian Charlie yang menceritakan perkembangan terapi kecerdasannya yang ia tulis dalam buku ini, cerita ini menjadi sangat real karena saa kita membaca buku ini, kita akan mendapati banyak sekali kesalahan tulis/cetak, bukan karena editor novelnya yang asal2an ya? tapi memang itu yang diinginkan penulis untuk mengajak pembaca menyelami daya berpikir Charlie. Melalui tulisan yang menggambarkan dunia langsung melalui mata dan pikiran Charlie, kita akan ikut merasakan betapa sederhananya Charlie menanggapi kejadian2 di sekitarnya, dan lambat laun kita dapat mengetahui kecerdasannya berkembang dari cara menulis  dan berceritanya dalam catatannya.
wah..menarik bukan.. buku ini aku rekomendasikan banget buat temen-temen baca. banyak pelajaran juga dari buku ini yang bisa kita ambil..oke guys, selamat berburu ! cheers.. :D

ISLAM SEBAGAI TEOLOGI PEMBEBASAN

Oleh : Suci Febriyani Beberapa ratus tahun yang lalu, ketika Islam datang melalui Nabi Muhammad saw membawa perubahan besar terhad...