Assalamu’alaikum,
hay guys, how's life. oke kali ini aku akan membahas sebuah novel yang
baru-baru ini aku baca. Judulnya “ Charlie, Si Jenius Dungu”. Novel ini
adalah novel terjemahan dari judul aslinya “Flower For Algernon” yang
ditulis oleh Daniel Keyes, seorang pengarang novel berkebangsaan Amerika.
Penulis
: Daniel Keyes
Penerjemah
: Isma B. Koesalamwardi
Penyunting
: Dewi Sartika Teguh Wati
Judul
asli
: Flower For Algernon
Judul
: Charlie Si Jenius Dungu
Penerbit
: Ufuk Press
Tahun
terbit : 2006
Halaman
: 344
Bahasa
: Indonesia
Novel ini
menceritakan seorang laki-laki dengan keterbelakangan mental yang
mempunyai IQ 68 bernama Charlie Gordon. Charlie yang bekerja membantu di sebuah toko roti. Karena keinginannya menjadi
pandai, Professor Nemur dan Dr. strauss memanfaatkannya sebagai obyek uji coba
dalam penelitiannya. Sebelumnya, mereka telah menemukan satu metode yang mampu
meningkatkan kecerdasan, metode ini telah berkali-kali diujicobakan pada tikus dan terus menerus dikembangkan. Dan tikus
terakhir yang berhasil bertahan lama adalah seekor tikus putih bernama
Algernon, inilah yang mendorong mereka untuk menguji cobakan kepada manusia..
Charlie-pun
menjalani operasi untuk uji coba peningkatan
kecerdasan pada manusia, dan penigkatan itu ditulisnya dalam catatan hariannya.
Dan 3 bulan kemudian Charlie mewujud menjadi orang yang
jenius. Tidak secara tiba-tiba, namun melalui suatu proses belajar yang cepat.
Ia belajar banyak hal yang pada akhirnya melampaui kemampuan orang-orang
normal. Namun, seiring dengan kemajuan kecerdasannya, malah membuat Charlie
mulai memahami keadaan sekitarnya yang tidak sesuai dengan harapannya. Dia
juga harus menghadapi kenyataan bahwa kejeniusannya membuat orang-orang yang
dulu hangat dan menerima dirinya apa adanya sekarang malah menjauh. Menjadi
pandai ternyata tidak seindah seperti yang ia bayangkan dulu.
Anti klimaks dari novel ini
diawali dengan kemunduran kondisi Algernon. Dengan kejeniusannya, Charlie dapat
menemukan kesalahan dalam metode yang dipakai oleh Prof. Nemur yang menyebabkan
kemunduran kondisi Algernon. Saat Algernon akhirnya mati, Charlie
menguburkannya di halaman apartemen. Secara rutin ia menempatkan bunga di
kuburan Algernon. Dan Charlie pun harus bersiap menghadapi masa depannya.
Salah satu hal menarik dari novel ini adalah
gaya penceritaan tokoh Charlie yang menceritakan dari sudut pandang orang
pertama, novel ini dibuat dalam bentuk catatan harian Charlie yang menceritakan
perkembangan terapi kecerdasannya yang ia tulis dalam buku ini, cerita ini
menjadi sangat real karena saa kita membaca buku ini, kita akan mendapati
banyak sekali kesalahan tulis/cetak, bukan karena editor novelnya yang asal2an
ya? tapi memang itu yang diinginkan penulis untuk mengajak pembaca menyelami
daya berpikir Charlie. Melalui tulisan yang menggambarkan dunia langsung
melalui mata dan pikiran Charlie, kita akan ikut merasakan betapa sederhananya
Charlie menanggapi kejadian2 di sekitarnya, dan lambat laun kita dapat
mengetahui kecerdasannya berkembang dari cara menulis dan berceritanya
dalam catatannya.
wah..menarik bukan.. buku ini aku rekomendasikan
banget buat temen-temen baca. banyak pelajaran juga dari buku ini yang bisa
kita ambil..oke guys, selamat berburu ! cheers.. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar