Jalan ini
terpaku
Diam
membeku pasrah ketika rintik hujan mulai menyerang permukaannya
Tak ada
perlawanan dari aspal abu-abu di pinggiran
Diam, seolah
berkata pada kami yang tengah berlari menginjak-injaknya
"biarlah
jutaan rintik itu jatuh menimpaku, biarlah aku sebagai penahan tumpahan amarah,
kesedihan serta kebahagiaan mereka"
Itulah yang
selalu ia tonton sehari-hari
Jalanan itu
Menjadi
saksi bisu semua kehidupan dipermukaannya,
Hingga tak
ada lagi hujan menghampiri
Hanya
tinggal wangi aspal basah yang tersisa di jalan itu
Dan yang
lain kembali berlalu lalang seperti biasanya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar